Sabtu, 05 Desember 2020

Tulisan pendek Untuk Rindu yang panjang

 Ada rindu yang mengendap ikhlas. Ia tak ingin beranjak, meski ragaku dan ragamu dekat tak berjarak. Ia tak dapat tertuntaskan, meski kita telah larut dalam pertemuan. Temu yang selalu menjadi peluru. Layaknya bom waktu, yang mampu meledakan rindu. Rindu yang tak berjeda, meski jarak kita hanya sejengkal saja. Ia tak pernah mereda, terus menderai menyerupai rinai, mengalir dengan kuatnya bermuara menjadi satu, kita.


Dari aku, puan penyicip rindu yang kau seduh dengan sendu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar